Senin, 01 November 2010

Tulisan 2 tentang Kepemimpinan


KEPEMIMPINAN

Dalam pembahasan tulisan kali ini, saya akan menjabarkan uraian tentang Kepemimpinan. Di dalam tulisan ini saya mengumpulkan banyak referensi tentang pengertian kepemimpinan yang sebenarnya. Serta kondisi kepemimpinan Bangsa Indonesia menurut para ahli.

Pengertian Kepemimpinan :
©    Tannabaum, Weschler dan Nassarik (1961)
Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu.
©    Rauch dan Behling (1984)
Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktivitas kelompok yang diatur untuk mencapai tujuan bersama.
©    Fiedler (1967)
Kepemimpinan pada dasarnya merupakan pola hubungan antara individu-individu yang menggunakan wewenang dan pengaruhnya terhadap kelompok orang agar bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan. Ini mengandung arti bahwa pemimpin yang berhasil mestilah seseorang yang mampu membangun pola hubungan yang baik dengan pengikutnya, mampu menggunakan wewenang dan pengaruhnya dalam proporsi dan situasi yang tepat untuk membawa followernya bersama-sama bergerak dalam irama langkah teratur menuju tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Menurut para ahli, kondisi Kepemimpinan di Indonesia :

©    Mannulang (2008), persoalan kepemimpinan yang dihadapi bangsa ini adalah karena model pemimpin yang sudah dibangun dimasyarakat adalah sesuatu yang salah, juga proses untuk menghasilkan pemimpin pun tidak mendukung untuk menghasilkan produk pemimpin yang benar.
©    Laksmono (2008), situasi Indonesia sekarang karena konsep kita belum terbangun menyiapkan pemimpin, sehingga muncul politisi aktor dadakan.
©    Barry Z. Posner, kepemimpinan dan kredibilitas tergantung pada hati, bukan hanya otak. Kedua hal tersebut seharusnya ada pada setiap Pemimpin di negara in. Yakni punya intelektualitas yang cerdas dan juga punya hati yang ikhlas untuk memimpin bangsa ini lepas dari berbagai permasalahan yang semakin kompleks. Dengan penyatuan dua hal tersebut, maka tentunya bangsa ini akan mampu membentuk pemerintahan Negara Indonesia yang sesuai dengan cita-cita proklamasi kemerdekaan Indonesia yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia menuju kesejakteraan umum, kecerdasan bangsa, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dari beberapa referensi di dapatkan kesimpulan bahwa Negara ini membutuhkan sosok pemimpin yang kuat dalam konteks luas. Mungkin ciri-ciri pemimpin yang tepat untuk saat ini di Indonesia adalah pemimpin yang transformasional. Negara ini memerlukan pemimpin yang memiliki intelektualitas dalam arti luas. Yakni tidak hanya mampu memahami semua persoalan dengan baik, namun juga mampu menangkap berbagai esensi dari persoalan itu dan membuat kebijakan yang tepat. Ia akan berpihak pada intelektualitas yang murni yakni demi kepentingan seluruh rakyat ketimbang demi kemakmuran segolongan orang tertentu saja. Selain itu, seorang pemimpin yang transformasional mestilah juga kharismatik. Ia memiliki integritas kepribadian dan moral yang baik. Pemimpin yang demikian pastilah akan mementingkan upaya penegakan moralitas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemberantasan korupsi, suap, dan nepotisme, serta berbagai indisipliner akan mendapatkan perhatian sangat serius. Seorang pemimpin transformasional adalah yang memiliki kemampuan memanajemen perbedaan. M
Menurut Chemers dan Ayman (1993), ada empat (4) karakter penting dalam kepemimpinan organisasi multikultural, seperti halnya Indonesia, yaitu:
§  Pribadi yang memiliki visi yang luas, yang mengakui dan mendukung perbedaan dalam
komunitas organisasi.
§  Memiliki pengetahuan yang luas mengenai dimensi-dimensi diversitas dan memiliki
kesadaran mengenai permasalahan multikultural.
§  Terbuka untuk melakukan perubahan di dalam dirinya.
§  Membimbing dan mengarahkan pegawai yang berbeda-beda latar belakang budayanya.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar